DINAS PEHUBUNGAN KABUPATEN JEMBER

DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN JEMBER

Selasa, 19 Juli 2016

Desain Ruas Jalan Trunojoyo - Ruas Jalan Hos Cokroaminoto Sebagai Upaya Peningkatan Keselamatan pengguna kendaran bermotor di Jalan

      Desain Ruas Jalan Trunojoyo - Ruas Jalan Hos Cokroaminoto Sebagai Upaya Peningkatan Keselamatan pengguna kendaran bermotor di Jalan


    Latar Belakang
       Semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk di suatu kota maka akan terjadi peningkatan pula pada jumlah perjalanan di kota tersebut, yang berdampak pada peningkatan kebutuhan akan sarana dan prasarana transportasi sebagai penunjang untuk melakukan perjalanan. Pemerintah wajib menyediakan dan memberikan pelayanan transportasi yang baik supaya masyarakat merasa selamat dan nyaman disaat melakukan kegiatan transportasi. Dari studi yang pernah dilakukan oleh TRRL tentang perilaku pengendara pada saat melintasi persimpangan, diperoleh hasil bahwa di Negara berkembang seperti negara kita, hanya 10% – 17% kendaraan yang berhenti pada saat kendaraan tersebut haarus berhenti (Hermariza, 2008).

       Dalam konteks Kabupaten Jember, Bertambahnya penduduk dan berkembangnya tata guna lahan setiap tahun menyebabkan kebutuhan akan transportasi dan mobilitas juga  semakin  meningkat.  Kondisi  ini  secara  tidak  langsung  akan  meningkatkan risiko tumbuhnya permasalahan lalu lintas, seperti kemacetan dan kecelakaan, yang akan   berdampak   pada   turunny kinerj pelayanan   jalan Pemerinta harus menyikapi meningkatnya risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan, karena sebagian masyarakat masih mengganggap kecelakaan adalah faktor nasib semata. Namun, dari sudut pandang transportasi penyebab dari kecelakaan lalu lintas jalan adalah interaksi dari faktor manusia, kendaraan, serta jalan dan lingkungan. Di Kabupaten Jember, catatan kecelakaan lalu lintas yang bersumber dari laporan Polisi Resort Jember menunjukkan adanya peningkatan yaitu tahun 2013 - 2014. Direktorat Keselamatan  Transportasi  Darat  (2007:1) menyebutkan fakta  tersebut  sebagai permasalahan operasional keselamatan lalu lintas.


       Keberadaan lokasi penelitian yang terletak pada Ruas Jalan Trunojoyo hingga Ruas Jalan Hos Cokroaminoto memiliki peran pelayanan masyarakat dibidang pendidikan dan merupakan kawasan Central Bussines District maka kegiatan sirkulasi lalu lintas pada kawasan tersebut perlu diperhatikan aspek keselamatannya. Keselamatan pengguna kendaran bermotor pada kawasan tersebut perlu diperhatikan karena Ruas Jalan Trunojoyo hingga Ruas Jalan Hos Cokroaminoto merupakan ruas jalan yang memiliki fungsi jalan kolektor dengan karakteristik jalan volume lalu-lintas yang tinggi. Karakteristik jalan dengan volume lalu-lintas yang tinggi menyebabkan tingkat konflik yang terjadi antara pengguna kendaraan bermotor saat berlalu lintas tinggi dan dapat menimbulkan kemacetan. Hal tersebut terjadi karena kondisi Ruas Jalan Trunojoyo hingga Ruas Jalan Hos Cokroaminoto tidak membatasi pergerakan  pengguna kendaran bermotor sehingga mayoritas pengguna kendaraan bermotor melakukan pelanggaran yakni dengan melanggar marka solid yang dapat menyebabkan terjadinya konflik lalu lintas.

       Berdasarkan pemaparan diatas maka dapat dirumuskan permasalahan utama yang dikaji adalah desain Ruas Jalan Trunojoyo hingga Ruas Jalan Hos Cokroaminoto dengan mempertimbangkan tingkat keselamatan pengguna kendaran bermotor di jalan.
Dari gambaran diatas tim peneliti menyusun sebuah penelitian dengan judul Desain Ruas Jalan Trunojoyo - Ruas Jalan Hos Cokroaminoto Sebagai Upaya Peningkatan Keselamatan pengguna kendaran bermotor di Jalan “.

Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain :
1.      Untuk mengidentifikasi titik konflik lalu lintas pada Ruas Jalan Trunojoyo hingga Ruas Jalan Hos Cokroaminoto, yaitu untuk mengetahui kondisi dan tingkat keselamatan pengguna kendaran bermotor yang ada.
1.      Untuk melakukan rekayasa lalu lintas yang berkeselamatan pada Ruas Jalan Trunojoyo hingga Ruas Jalan Hos Cokroaminoto.

Tinjauan Pustaka
1.      Konflik Lalu Lintas
Suatu kondisi dimana gerakan satu kendaraan atau lebih yang akan menyebabkan peristiwa tabrakan lalu lintas apabila kendaraan tersebut tidak melakukan suatu manuver mengerem atau mengelak (Pedoman Penanganan Lokasi Rawan Kecelakaan Lalu-Lintas – pd-t-09-2004-b)

2.      Pencegahan Kecelakaan Atau Accident Prevention
Suatu atau serangkaian upaya peningkatan keselamatan jalan melalui perbaikan disain jalan dalam rangka untuk mencegah kecelakaan lalu lintas serta meminimumkan korban kecelakaan (Pedoman Penanganan Lokasi Rawan Kecelakaan Lalu-Lintas – pd-t-09-2004-b)

3.      Konflik lalu-lintas
konflik lalu-lintas merupakan situasi di mana seorang pengguna jalan atau lebih yang saling mendekati atau mendekati obyek lain pada ruang dan waktu dengan sedemikian rupa sehingga menyebabkan resiko tabrakan jika pergerakan tidak dapat dirubah. (Baguley, 1984)

4.      Konflik lalu-lintas
Dalam Swedish Traffic Conflict Technique Observer’ Manual studi konflik lalu lintas memberikan hasil analisa yang lebih baik dari rata-rata jumlah kecelakaan pada suatu wilayah sehingga jika tingkat keseriusan konflik lalu lintas tidak ditangani menurut tingkat keseriusannya maka akan berpotensi besar menyebabkan kecelakaan lalu-lintas.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar